Rabu, 11 November 2015

entahlah

Mulai menulis lagi, namun entahlah, aku bingung harus mulai dari mana, kenapa setiap kutatap barisan keyboard ini selalu huruf – huruf itu membentuk namamu. Iya, namamu. Aku tak tau dan juga tak mau tau hanya aku mencoba untuk mengerti apa yang sedang terjadi ketika hati dan kepala mulai tak lagi saling bicara. Gila memang memikirkannya tapi tetap saja bayangannya kian nyata, mengganggu setiap mimpi di tidur malamku, menghantuiku dari sudut gelap bayang – bayang kamarku ada di bawah ranjangku, di kolong lemariku, bahkan selalu berlari di dalam kepalaku membuat aku lelah dan ingin menyerah.
Perjalanan yang telah kulalui dalam sunyi dan sepi hanya berteman rasa yang hampir mati, namun semua berakhir begitu saja, aku tak pernah tau ujungnya, namun bukankah kita semua tak tau apa ujung dari perjalanan kita? Karna semua sudah digariskan olehNya, kita hanyalah pembaca tanda, tanda yang tersirat dan tersurat, kita hanyalah pencari makna dari arti semua yang bergerak diantara gugusan bintang – bintang dan berlarian diantara rerumputan.
Diantara rindu dan hampa, disitulah aku kini berdiri, sendiri, hanya seorang diri, mencoba membaca, mencoba mencari dan merangkai kata yang tersembunyi diantara mega, merangkai makna di balik indahnya lembayung senja dan mencoba berjalan menapaki setiap jejak yang kau tinggalkan. Aku mengikutimu, aku mengawasimu. Dan aku mengagumimu meski dari jauh, meski aku harus meringkuk di sudut gelap hatimu.
Mungkin kau pernah menganggap aku, namun aku tau, posisi yang tepat bagiku adalah sebagai hantumu, bukan untuk menakutimu, namun untuk selalu menjagamu dalam setiap lelap malam di tidurmu, aku hanya sebagai cerminmu, yang kau lihat ketika kau merasa tak yakin dengan penampilanmu, aku hanyalah kompas bagimu, yang aku tau, ketika kau tersesat kau dapat mengandalkanku untuk menemukan jalan pulang. Selain itu aku bukan siapa – siapa bagimu. Aku bukan apa – apa untukmu.
Andai saja kau tau, muara dari seluruh hulu rasaku hanyalah dirimu, didalam sana aku merasa akan mendapat ketenangan, namun jika kau tak mengizinkan, apalah dayaku. Mungkin aku harus terus berlari agar aku jatuh lelah dan tak sanggup lagi berdiri, atau aku harus pergi jauh dari semua ini agar aku tak lagi melihat pesonamu. Tapi apapun itu aku bersyukur mengenalmu.
Sebab, cinta abadi adalah cinta yang tak pernah terungkap karena dia tak pernah berawal maka dia tak akan pernah berakhir

-ditulis dengan kepala dan hati yang masih tak saling bicara-

Minggu, 08 November 2015

awal mula

gak tau kenapa, ide untuk punya blog itu semakin kuat, mungkin keresahan yang kian menumpuk, permasalahan yang kian banyak dan solusi yang tak kunjung datang. ntahlah, rasanya terlalu lemah untuk berjalan lagi, tapi apapun itu tetap akan selalu berusaha menjadi yang terbaik dan berusaha untuk berbagi perasaan lewat tulisan - tulisan di blog ini.
look at me, rasanya tenang kalo liat langit biru tanpa beban, rasanya damai ketika melewati hari dengan bermalas - malasan tanpa ada beban pikiran yang mengganggu hari - hari. tapi hidup selalu berjalan, dan inilah kisah ku, jangan terlalu di seriusin, di baca syukur gak juga gak masalah
and finally, welcome to my blogggg.